sesosok lelaki tua kekar . sebagai pandangan hidupku
hidupnya sangat sederhana . tidak ada neko-neko
menyayangi semua orang yang disekelilingnya
sangat sabar dan tabah
tidak pernah marah dan emosi
hanya tersenyum simpul bila jengkel
banyak godaan sebenarnya yang buat dia bisa marah semurka gunung meletus
tapi semua hilang hanya dengan senyum simpulnya
aku kangen dia
aku rindu senyum beliau
kakekku
sesosok istimewa yang dengan ikhlas dipanggil TUHAN saat berada tepat dipundakku
saat berada tepat dipangkuanku
air mata ini begitu saja mengalir tanpa sebab saat mengingat semua itu
seperti keluar begitu saja bersama kenangan itu
sakit sekali rasanya bila kenangan itu harus diputar ulang lewat memori otakku terkecil
sekilas terkadang aku lihat senyum simpulnya mewarnai hariku
dulu . sering kau ajak aku main-main dengan hanya menggunakan mainan zaman dahulu
yang membuatku selalu bahagia bila bersamanya
beliau kreatif
beliau pintar
banyak kekreatifan dia yang masih melekat di hidupku
aku rindukanmu kakek
aku ingin rasanya peluk kakek
banyak sekali perbuatanku yang sebenarnya bisa buat dia marah
tapi kenapa hanya senyum simpulmu yang keluar dari paras keriputmu
mavkan aku bila aku pernah buatmu sedih
aku bersalah kepadamu kek
mungkin hanya ucapan kataku " asshadualla ilahailallah " yang sempat aku teriakkan ditelinga kakek saat kakek menjelang jalan ke YANG KUASA
, atau mungkin itu tidak cukup untuk menebus kesalahanku.
sedih ini .
tangis ini .
luka ini .
keluar lagi .
bersama goresan ini :(


0 komentar:
Posting Komentar